Sabtu, 19 April 2014

Nikah, benar-benar tidak mudah!

Keinginan untuk menggenapkan separuh dien adalah harapan bagi sebagian besar manusia, termasuk saya, anda dan kita semua yang mengaku ummat Nabi Muhammad SAW..Nabi bersabda,"Saling menikahlah sehingga kalian akan melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya dengan banyaknya kalian nanti, saya menjadi bangga di hadapan umat-umat lain pada hari kiamat".Alhamdulillah, Puji syukur yang tak terhingga kepada Rabb semesta alam, saya telah diberikan anugerah itu..

Mungkin diantara kita merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan pada masa pra-nikah. Dibenak kita, fase menikah sangatlah indah. didalamnya penuh romantisme,kasih sayang dan ketentraman..Tak jarang kita mengangankan aktifitas yang bisa kita lakukan secara leluasa dengan pasangan kita ketika kita menikah..Bebas berduaan, bebas boncengan, bebas ngobrol sampai pagi, punya mitra yang setia menemani kapanpun kita butuhkan, dan sebagainya..(hehehe..silakan ditambahkan sendiri).

Pun Ketika jodoh saya datang, saya memasuki proses pernikahan, dibenak saya hampir diselimuti oleh keindahan pernikahan walaupun saya tidak menafikan tugas-tugas agung yang terkandung didalamnya. Tak urung banyak buku pernikahan yang saya lahap, demi mempersiapkan diri baik lahir dan batin untuk memasuki fase itu..banyak yang membahas tentang gambaran proses, kaidah & hukum nikah, kehidupan pasca menikah tapi juga ada yang membahas khusus seputar problematika berumah tangga..
Tetap saja kala itu, dibenak saya, menikah seperti memasuki taman yang bertaburan bunga berwarna-warni dan harum baunya..(padahal untuk setangkai mawar cantik saja pasti akan dilengkapi dengan tangkai, daun dan tentu saja duri).

Dan..ketika saya telah resmi menikah..ketika saya telah menjadi seorang istri dari seorang suami...ketika saya telah menjadi anak & cucu menantu dari sebuah keluarga besar...ketika pada akhirnya saya kini menjadi ummi dari anak hasil buah cinta kami, baru saya benar-benar tersadar bahwa kehidupan pasca menikah adalah kehidupan yang berat..Menikah tidak semudah seperti yang pernah kita bayangkan dulu.

Nikah adalah kumpulan tanggung jawab, itu artinya nikah juga merupakan kumpulan komitmen..bahkan pernikahan yang indah pun bukan berarti pernikahan tanpa masalah..masalah akan terus mengitari yang jika tidak disikapi dan diselesaikan berpotensi menimbulkan konflik. Bahkan masalah sepele pun berpotensi menimbulkan konflik..telat jemput, lupa membeli pesanan barang, masakan yang keasinan dan sebagainya (hehehe...lagi-lagi bisa anda tambahkan sendiri). kuncinya ada pada KOMUNIKASI dan tentu saja NIAT..

mengapa komunikasi? ya karena masalah komunikasi lah sehingga USA membom atom Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 sebab USA salah mengartikan jawaban jepang dari ultimatum yang dikeluarkannya..Maka jika komunikasi di rumah tangga kita tidak pas, bahkan tidak mungkin suasana rumah yang sejuk dan tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau balau seperti pasca terjadi perang dunia..hehehe...berlebihan ya..tapi itulah adanya..sangat tidak nyaman..coba saja!

Dan tentang niat, niat kita akan mempengaruhi bagaimana kita merasakan arti saat-saat bersama, keadaan hati saat menghadapi masalah, sampai bagaimana kita merasakan setetes darah pada saat kita melahirkan..Semua berawal dari niat.Niat ketika akan melakukan berbagai hal dimana niat itu bisa menambah kebarakahan dan memperbaiki kesalahan niat sebelumnya atau bahkan bisa mengurangi barakah dari apa yang kita berikan/terima dari pasangan kita. Awalnya dari niat karena kelak Allah akan menilai dan memberi kebarakahan sesuai dengan niat kita..Maka tidak ada salahnya, kita mengingat kembali, Apa niat kita untuk menikah?
"Ya Allah jagalah niat kami dari kotoran yang tidak kami ketahui dan dari kebusukan yang tersembunyi".

Finally, Nikah, benar-benar tidak mudah, tetapi dengan pertolongan Allah semua itu akan menjadi dimudahkan..Semoga kita tetap diberi keistiqomahan untuk tetap berpegang kuat pada Tali Agama-Nya.



Tidak ada komentar: