Keinginan untuk menggenapkan separuh dien adalah harapan bagi sebagian
besar manusia, termasuk saya, anda dan kita semua yang mengaku ummat
Nabi Muhammad SAW..Nabi bersabda,"Saling menikahlah sehingga kalian akan
melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya dengan banyaknya kalian
nanti, saya menjadi bangga di hadapan umat-umat lain pada hari
kiamat".Alhamdulillah, Puji syukur yang tak terhingga kepada Rabb
semesta alam, saya telah diberikan anugerah itu..
Mungkin diantara kita merasakan hal yang sama seperti yang saya
rasakan pada masa pra-nikah. Dibenak kita, fase menikah sangatlah indah.
didalamnya penuh romantisme,kasih sayang dan ketentraman..Tak jarang
kita mengangankan aktifitas yang bisa kita lakukan secara leluasa dengan
pasangan kita ketika kita menikah..Bebas berduaan, bebas boncengan,
bebas ngobrol sampai pagi, punya mitra yang setia menemani kapanpun kita
butuhkan, dan sebagainya..(hehehe..silakan ditambahkan sendiri).
Pun Ketika jodoh saya datang, saya memasuki proses pernikahan,
dibenak saya hampir diselimuti oleh keindahan pernikahan walaupun saya
tidak menafikan tugas-tugas agung yang terkandung didalamnya. Tak urung
banyak buku pernikahan yang saya lahap, demi mempersiapkan diri baik
lahir dan batin untuk memasuki fase itu..banyak yang membahas tentang
gambaran proses, kaidah & hukum nikah, kehidupan pasca menikah tapi
juga ada yang membahas khusus seputar problematika berumah tangga..
Tetap saja kala itu, dibenak saya, menikah seperti memasuki taman
yang bertaburan bunga berwarna-warni dan harum baunya..(padahal untuk
setangkai mawar cantik saja pasti akan dilengkapi dengan tangkai, daun
dan tentu saja duri).
Dan..ketika saya telah resmi menikah..ketika saya telah menjadi
seorang istri dari seorang suami...ketika saya telah menjadi anak &
cucu menantu dari sebuah keluarga besar...ketika pada akhirnya saya kini
menjadi ummi dari anak hasil buah cinta kami, baru saya benar-benar
tersadar bahwa kehidupan pasca menikah adalah kehidupan yang
berat..Menikah tidak semudah seperti yang pernah kita bayangkan dulu.
Nikah adalah kumpulan tanggung jawab, itu artinya nikah juga
merupakan kumpulan komitmen..bahkan pernikahan yang indah pun bukan
berarti pernikahan tanpa masalah..masalah akan terus mengitari yang jika
tidak disikapi dan diselesaikan berpotensi menimbulkan konflik. Bahkan
masalah sepele pun berpotensi menimbulkan konflik..telat jemput, lupa
membeli pesanan barang, masakan yang keasinan dan sebagainya
(hehehe...lagi-lagi bisa anda tambahkan sendiri). kuncinya ada pada
KOMUNIKASI dan tentu saja NIAT..
mengapa komunikasi? ya karena masalah komunikasi lah sehingga USA
membom atom Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 sebab USA salah
mengartikan jawaban jepang dari ultimatum yang dikeluarkannya..Maka jika
komunikasi di rumah tangga kita tidak pas, bahkan tidak mungkin suasana
rumah yang sejuk dan tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau balau
seperti pasca terjadi perang dunia..hehehe...berlebihan ya..tapi itulah
adanya..sangat tidak nyaman..coba saja!
Dan tentang niat, niat kita akan mempengaruhi bagaimana kita
merasakan arti saat-saat bersama, keadaan hati saat menghadapi masalah,
sampai bagaimana kita merasakan setetes darah pada saat kita
melahirkan..Semua berawal dari niat.Niat ketika akan melakukan berbagai
hal dimana niat itu bisa menambah kebarakahan dan memperbaiki kesalahan
niat sebelumnya atau bahkan bisa mengurangi barakah dari apa yang kita
berikan/terima dari pasangan kita. Awalnya dari niat karena kelak Allah
akan menilai dan memberi kebarakahan sesuai dengan niat kita..Maka tidak
ada salahnya, kita mengingat kembali, Apa niat kita untuk menikah?
"Ya Allah jagalah niat kami dari kotoran yang tidak kami ketahui dan dari kebusukan yang tersembunyi".
Finally, Nikah, benar-benar tidak mudah, tetapi dengan pertolongan
Allah semua itu akan menjadi dimudahkan..Semoga kita tetap diberi
keistiqomahan untuk tetap berpegang kuat pada Tali Agama-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar