Senin, 28 April 2014

Kita Bukan Malaikat


Ayah, ibu..
Ketahuilah menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua "malaikat"
yang tak boleh kecewa, sedih dan capek
pusing menghadapi anak.

Perasaan-perasaan negatif kepada anak itu wajar.
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak,
itu yang menjadi fokus perhatian

artinya, Ayah dan ibu...
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih dan kecewa kepada anak
tetapi kita sama sekali tidak berhak untuk melukai dan menyakiti anak-anak kita
ketahuilah melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka
apalagi mencubit dan memukul tubuhnya
tubuhnya bisa kesakitan
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada
dalam tubuhnya

Ayah dan ibu..
Karena kita bukan orang tua malaikat
yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan
mereka tengah belajar , Ayah
mereka masih berproses, Ibu
seperti belajar bersepeda
kadang mereka terjatuh
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh

demikian juga dengan perilaku anak-anak kita
mereka bereksplorasi
mereka berproses
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik
ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan

jika Ayah-Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak dengan cara yang baik
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus bergerus dari kehidupan mereka

tetapi ayah, ibu
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan dan pelototan
mereka akan semakin terpuruk kedalam keburukan

ayah, ibu
yakinlah ketika seorang anak emosinya kepanasan
menangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orang tua jengkel
siramlah ia dengan kesejukan
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar

ayah dan ibu
yakinlah sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian eksplorasi
untuk memberi cahaya kehidupan
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan
insya Allah anak-anak kita akan menebar cahaya untuk kehidupan

Karena itu, ayah dan ibu
jika kadang amarah dengan kejahiliahan memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita
kamus yang benar adalah "inilah uji ketulusan"
bukan kegagalan
terus belajar tentang kehidupan
bukan tak berhasil dalam kehidupan
belajar, memburu ilmu
adalah ikhtiar yang kita tuju
karena sebagian kita, ketika menikah
tidak disiapkan menjadi orang tua

jadi, ayah dan ibu
mari kita terus belajar
meskipun telah jadi orang tua; belajar jadi orangtua
andaikan keluarga kita kuat
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental terhadap lingkungan yang gawat


by: Ihsan baihaqi Ibnu Bukhari
dalam bukunya : "Yuk Jadi Orang Tua Shalih"

Senin, 21 April 2014

Back to Nature, Back to ASI

       
   ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan sumber makanan utama bagi bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Suatu karunia Ilahi yang dewasa ini lambat laun tidak disyukuri dan dimanfaatkan keberadaannya.
Kenapa saya dapat mengatakan hal itu? sebab fenomena yang terjadi dewasa ini adalah ada sebagian ibu yang menolak menyusui bayinya, sebagian besar karena alasannya adalah ASI belum keluar, produksi ASI belum banyak sehingga bayi tidak kenyang, bayi rewel dengan ASI yang sedikit, dsb. namun ada juga yang menolak karena alasan estetika payudara..Maka, terkadang jalan yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan bayi adalah memberikan PASI (pengganti ASI) seperti susu formula, pisang atau makanan cair lainnya..
         Bunda ketahuilah bahwa "ASI adalah yang terbaik", banyak sekali keunggulan dan manfaat dari pemberian ASI diantaranya:
1. Aspek Gizi
    manfaat kolostrum : kolostrum melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare, kolostrum juga memenuhi kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran karena mengandung protein, vitamin A yang tinggi serta karbohidrat dan lemak rendah. Kolostrum juga membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan)

2. Aspek imunologik
    ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Ig A dalam ASI sangat tinggi yang dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus di saluran cerna

3. Aspek Psikologik
    Rasa percaya diri dan keyakinan ibu untuk menyusui dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin yg pada akhirnya aka meningkatkan produksi ASI. interaksi ibu-bayi pada saat menyusui mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi.bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang dikenal bayi sejak masih dalam rahim

4. Aspek Kecerdasan
    Kandungan nilai gizi ASI dan interaksi ibu-bayi dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI memiliki IQ poin 4,3 poin lebih tinggi pada usia 18 bln, 4-6 poin lebih tinggi pada usia 3 tahun dan 8,3 poin lebih tinggi pada usia 8,5 tahun dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5. Aspek Neurologis
    dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas pada bayi baru lahir menjadi sempurna

6. Aspek ekonomis
    menyusui secara eksklusif membuat ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan bayi sampai berusia 6 bulan. dengan demikian menghemat pengeluaran rumah tangga

7. Aspek penundaan kehamilan
    menyusui secara eksklusif dapat menund haid dan kehamilan, sehingga bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yg dikenal dengan MAL (Metode Amenorea Laktasi)


Lalu, bagaimana upaya bunda untuk dapat memperbanyak ASI?
1. Menyusui bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi
2. Pastikan posisi bayi menyusui benar dan dengarkan suara menelan yang aktif
3. susui bayi di tempat yang tenang dan nyaman dan minumlah setiap kali menyusui
4. Ibu harus meningkatkan istirahat, konsumsi air putih dan makan makanan yang bergizi dan dapat meningkatkan produksi ASI seperti daun bayam atau daun katuk.

Bagi bunda yang bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah, tetap dapat menyusui bayi dengan cara memberikan ASI perah..ASI perah ini tetap memiliki kandungan gizi dan kualitas yang sama dengan "fresh" ASI.

Tindakan pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan cara :
1. Pengeluaran ASI manual dengan tangan.
    a. cara ini lebih praktis dan mudah, pertama cuci tangan dulu sampai bersih, kemudian siapkan gelas yang bersih dan bertutup. payudara dikompres dengan handuk hangat dan di pijat dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah aerola payudara
    b. Peras daerah aerola dengan ibu jari dan telunjuk. Jangan memijat/ menekan puting karena dapat menyebabkan lecet
    c.  ulangi tindakan (tekan-peras-lepas-begitu seterusnya). awalnya ASI tidak keluar,namun setelah beberapa kali ASI akan keluar
    d. ulangi tindakan yang sama pada payudara yang satunya lagi
 2. Pengeluaran ASI dengan pompa payudara
     a. Tekan bola karet untuk mengeluarkan udara
     b. ujung  leher tabung diletakkkan pada payudara dengan puting susu tepat di tengah dan tabung benar-benar melekat di kulit
     c. bola karet dilepas agar puting susu dan aerola payudara tertarik ke dalam\
     d. tekan dan lepas beberapa kali sehingga ASI keluar dan terkumpul pada lekukan penampung pada sisi tabung
     e. setelah selesai dipakai, alat harus dicuci dengan bersih dan dibilas dengan air mendidih

Lalu bagaimana menyimpan ASI yang sudah diperah?
ASI bisa disimpan di udara terbuka/suhu bebas tetapi memiliki ketahanan 6-8 jam. Jika disimpan di dalam lemari es (4 derajat celcius) memiliki ketahanan 24 jam, namun jika disimpan di lemari pendingin (freezeer) dengan suhu minus 18 derajat memiliki ketahanan hingga 6 bulan.

Sangat perlu diperhatikan bagaimana pemberian ASI perahan yang telah disimpan. ASi yang dikeluarkan dari lemari pendingin tidak boleh dipanaskan ataupun disiram dengan air mendidih. cukup dibiarkan saja mencair dengan sendirinya di ruang terbuka dengan suhu kamar. Pada saat ingin memberikan, jangan diberikan dengan botol dot karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. berikan dengan menggunakan cangkir atau sendok.

Jadi, walaupun bekerja di luar rumah, bunda tetap bisa memberikan makanan terbaik bagi bayi yaitu ASI..
back to nature, back to ASI..Menuju Generasi yang lebih Sehat dan Cerdas

Sabtu, 19 April 2014

Daripada Terus Mengutuk Kegelapan, Lebih Baik Mulai Menyalakan Lilin

Bunda,
Tak Bisa dipungkiri kalau harga kebutuhan pokok semakin naik
Harga Pendidikan semakin mahal
Biaya berobat ketika sakit juga ikut melambung.

Namun, Kenaikan tersebut tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan
gaji suami masih pas-pasan.
bahkan walau bunda ikut bekerja pun dirasa tidak cukup

lalu, apakah kita hanya berdiam diri dan berpangku tangan
kemudian terus meratapi nasib dengan penuh penyesalan dan pengandaian
sibuk mencari kambing hitam atas segala keadaan

Stop bunda,
tidak akan menyelesaikan masalah
daripada terus sibuk mengutuki kegelapan lebih baik mulai menyalakan lilin
walau sinarnya tidak terlalu terang benderang, namun setidaknya bisa sedikit mengurangi kegelapan

Lebih baik kita berpikir bunda, apa yang bisa kita lakukan untuk keluarga kecil kita
Potensi apa yang bisa kita maksimalkan untuk membantu perekonomian keluarga

Bumi Alloh luas, Rejeki Alloh pun juga teramat luas
asal berniat untuk berusaha dan memperbaiki keadaan
Maka sesudah kesulitan pasti ada kemudahan
Itulah Janji-Nya

Mari mulai saja, berusaha untuk merubah kehidupan keluarga kecil kita
baru merubah kehidupan orang disekitar kita.





Nikah, benar-benar tidak mudah!

Keinginan untuk menggenapkan separuh dien adalah harapan bagi sebagian besar manusia, termasuk saya, anda dan kita semua yang mengaku ummat Nabi Muhammad SAW..Nabi bersabda,"Saling menikahlah sehingga kalian akan melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya dengan banyaknya kalian nanti, saya menjadi bangga di hadapan umat-umat lain pada hari kiamat".Alhamdulillah, Puji syukur yang tak terhingga kepada Rabb semesta alam, saya telah diberikan anugerah itu..

Mungkin diantara kita merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan pada masa pra-nikah. Dibenak kita, fase menikah sangatlah indah. didalamnya penuh romantisme,kasih sayang dan ketentraman..Tak jarang kita mengangankan aktifitas yang bisa kita lakukan secara leluasa dengan pasangan kita ketika kita menikah..Bebas berduaan, bebas boncengan, bebas ngobrol sampai pagi, punya mitra yang setia menemani kapanpun kita butuhkan, dan sebagainya..(hehehe..silakan ditambahkan sendiri).

Pun Ketika jodoh saya datang, saya memasuki proses pernikahan, dibenak saya hampir diselimuti oleh keindahan pernikahan walaupun saya tidak menafikan tugas-tugas agung yang terkandung didalamnya. Tak urung banyak buku pernikahan yang saya lahap, demi mempersiapkan diri baik lahir dan batin untuk memasuki fase itu..banyak yang membahas tentang gambaran proses, kaidah & hukum nikah, kehidupan pasca menikah tapi juga ada yang membahas khusus seputar problematika berumah tangga..
Tetap saja kala itu, dibenak saya, menikah seperti memasuki taman yang bertaburan bunga berwarna-warni dan harum baunya..(padahal untuk setangkai mawar cantik saja pasti akan dilengkapi dengan tangkai, daun dan tentu saja duri).

Dan..ketika saya telah resmi menikah..ketika saya telah menjadi seorang istri dari seorang suami...ketika saya telah menjadi anak & cucu menantu dari sebuah keluarga besar...ketika pada akhirnya saya kini menjadi ummi dari anak hasil buah cinta kami, baru saya benar-benar tersadar bahwa kehidupan pasca menikah adalah kehidupan yang berat..Menikah tidak semudah seperti yang pernah kita bayangkan dulu.

Nikah adalah kumpulan tanggung jawab, itu artinya nikah juga merupakan kumpulan komitmen..bahkan pernikahan yang indah pun bukan berarti pernikahan tanpa masalah..masalah akan terus mengitari yang jika tidak disikapi dan diselesaikan berpotensi menimbulkan konflik. Bahkan masalah sepele pun berpotensi menimbulkan konflik..telat jemput, lupa membeli pesanan barang, masakan yang keasinan dan sebagainya (hehehe...lagi-lagi bisa anda tambahkan sendiri). kuncinya ada pada KOMUNIKASI dan tentu saja NIAT..

mengapa komunikasi? ya karena masalah komunikasi lah sehingga USA membom atom Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 sebab USA salah mengartikan jawaban jepang dari ultimatum yang dikeluarkannya..Maka jika komunikasi di rumah tangga kita tidak pas, bahkan tidak mungkin suasana rumah yang sejuk dan tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau balau seperti pasca terjadi perang dunia..hehehe...berlebihan ya..tapi itulah adanya..sangat tidak nyaman..coba saja!

Dan tentang niat, niat kita akan mempengaruhi bagaimana kita merasakan arti saat-saat bersama, keadaan hati saat menghadapi masalah, sampai bagaimana kita merasakan setetes darah pada saat kita melahirkan..Semua berawal dari niat.Niat ketika akan melakukan berbagai hal dimana niat itu bisa menambah kebarakahan dan memperbaiki kesalahan niat sebelumnya atau bahkan bisa mengurangi barakah dari apa yang kita berikan/terima dari pasangan kita. Awalnya dari niat karena kelak Allah akan menilai dan memberi kebarakahan sesuai dengan niat kita..Maka tidak ada salahnya, kita mengingat kembali, Apa niat kita untuk menikah?
"Ya Allah jagalah niat kami dari kotoran yang tidak kami ketahui dan dari kebusukan yang tersembunyi".

Finally, Nikah, benar-benar tidak mudah, tetapi dengan pertolongan Allah semua itu akan menjadi dimudahkan..Semoga kita tetap diberi keistiqomahan untuk tetap berpegang kuat pada Tali Agama-Nya.



Kebahagiaan "Kupu-kupu"

Tulisan ini saya ringkas dari sebuah buku berjudul "Kekuatan Cinta" karya Irfan Toni Herlambang.Terbit tahun 2004,bukan terbilang buku baru, hanya saja isinya akan tetap baru bagi saya. Walau sudah pernah dibaca berulang kali, namun ketika membacanya lagi untuk kesekian kalinya saya akan senantiasa mendapat hikmah baru..
ini salah satu judul sub artikel dari buku tsb yang sangat saya sukai,sekedar sharing semoga banyak manfaatnya..

Kupu-Kupu
Ada seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Mtanya kosong, menatap hamparan air di depannya.Seluruh penjuru mata angin telah dilewati,namun tak satu pun titik membuatnya puas. Kekosongan makin senyap sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.
"sedang apa kau disini anak muda?"
"aku lelah Pak Tua. Telah berkilometer jarak yang ku tempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku.Aku telah berlari melewati gunung dan lembag, tapi tak ada tanda kebahagiaan akan hadir dalam diriku. kemanakah aku harus mencarinya?bilakah rasa itu datang"
"di depan itu ada taman, jika kau ingin jawabannya, tangkapkan aku seekor kupu-kupu"

Perlahan pemuda itu bangkit.Menuju taman yg ditunjuk sang kakek, taman yang semarak dengan pohon dan bunga bermekaran. tak heran jika banyak kupu-kupu beterbangan disana.singkat cerita, pemuda itu berusaha menangkap seekor kupu-kupu.sejam,dua jam hingga pemuda itu kelelahan dia belum berhasil menangkap seekor pun. tiba-tiba ada teriakan,"berhenti dulu anak muda.Istirahatlah!"

"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? menabrak2 tak tentu arah. Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu2. semakin kau terjang, ia semkn menghindar. semakin kau buru ia semakin pergi darimu..tangkaplah kupu2 itu dalam hatimu. karena kebahagiaan itu bukan benda yg dpt kau gengggam atau sesuatu yg dpat kau simpan.cari kebahagiaan itu dalam hatimu. telusuri rasa itu dalam kalbumu. ia tak kan lari kemana-mana. bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri..

Teman, Bahagia itu ada dimana2. rasa itu ada disekitar kita. bahkan bahagia itu"hinggap" di hati kita,namun kita tak pernah memperdulikannya. mungkin juga bahagia itu terbang disekeliling kita namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.