Lecturer, Midwife, Working Mom, Business Mom. Tempat Sharing tentang ilmu, pekerjaan dan hobi yang saya tekuni. -Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya-
Senin, 21 April 2014
Back to Nature, Back to ASI
ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan sumber makanan utama bagi bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Suatu karunia Ilahi yang dewasa ini lambat laun tidak disyukuri dan dimanfaatkan keberadaannya.
Kenapa saya dapat mengatakan hal itu? sebab fenomena yang terjadi dewasa ini adalah ada sebagian ibu yang menolak menyusui bayinya, sebagian besar karena alasannya adalah ASI belum keluar, produksi ASI belum banyak sehingga bayi tidak kenyang, bayi rewel dengan ASI yang sedikit, dsb. namun ada juga yang menolak karena alasan estetika payudara..Maka, terkadang jalan yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan bayi adalah memberikan PASI (pengganti ASI) seperti susu formula, pisang atau makanan cair lainnya..
Bunda ketahuilah bahwa "ASI adalah yang terbaik", banyak sekali keunggulan dan manfaat dari pemberian ASI diantaranya:
1. Aspek Gizi
manfaat kolostrum : kolostrum melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare, kolostrum juga memenuhi kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran karena mengandung protein, vitamin A yang tinggi serta karbohidrat dan lemak rendah. Kolostrum juga membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan)
2. Aspek imunologik
ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Ig A dalam ASI sangat tinggi yang dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus di saluran cerna
3. Aspek Psikologik
Rasa percaya diri dan keyakinan ibu untuk menyusui dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin yg pada akhirnya aka meningkatkan produksi ASI. interaksi ibu-bayi pada saat menyusui mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan psikologis bayi.bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang dikenal bayi sejak masih dalam rahim
4. Aspek Kecerdasan
Kandungan nilai gizi ASI dan interaksi ibu-bayi dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI memiliki IQ poin 4,3 poin lebih tinggi pada usia 18 bln, 4-6 poin lebih tinggi pada usia 3 tahun dan 8,3 poin lebih tinggi pada usia 8,5 tahun dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.
5. Aspek Neurologis
dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas pada bayi baru lahir menjadi sempurna
6. Aspek ekonomis
menyusui secara eksklusif membuat ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan bayi sampai berusia 6 bulan. dengan demikian menghemat pengeluaran rumah tangga
7. Aspek penundaan kehamilan
menyusui secara eksklusif dapat menund haid dan kehamilan, sehingga bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yg dikenal dengan MAL (Metode Amenorea Laktasi)
Lalu, bagaimana upaya bunda untuk dapat memperbanyak ASI?
1. Menyusui bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi
2. Pastikan posisi bayi menyusui benar dan dengarkan suara menelan yang aktif
3. susui bayi di tempat yang tenang dan nyaman dan minumlah setiap kali menyusui
4. Ibu harus meningkatkan istirahat, konsumsi air putih dan makan makanan yang bergizi dan dapat meningkatkan produksi ASI seperti daun bayam atau daun katuk.
Bagi bunda yang bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah, tetap dapat menyusui bayi dengan cara memberikan ASI perah..ASI perah ini tetap memiliki kandungan gizi dan kualitas yang sama dengan "fresh" ASI.
Tindakan pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan cara :
1. Pengeluaran ASI manual dengan tangan.
a. cara ini lebih praktis dan mudah, pertama cuci tangan dulu sampai bersih, kemudian siapkan gelas yang bersih dan bertutup. payudara dikompres dengan handuk hangat dan di pijat dengan kedua telapak tangan dari pangkal ke arah aerola payudara
b. Peras daerah aerola dengan ibu jari dan telunjuk. Jangan memijat/ menekan puting karena dapat menyebabkan lecet
c. ulangi tindakan (tekan-peras-lepas-begitu seterusnya). awalnya ASI tidak keluar,namun setelah beberapa kali ASI akan keluar
d. ulangi tindakan yang sama pada payudara yang satunya lagi
2. Pengeluaran ASI dengan pompa payudara
a. Tekan bola karet untuk mengeluarkan udara
b. ujung leher tabung diletakkkan pada payudara dengan puting susu tepat di tengah dan tabung benar-benar melekat di kulit
c. bola karet dilepas agar puting susu dan aerola payudara tertarik ke dalam\
d. tekan dan lepas beberapa kali sehingga ASI keluar dan terkumpul pada lekukan penampung pada sisi tabung
e. setelah selesai dipakai, alat harus dicuci dengan bersih dan dibilas dengan air mendidih
Lalu bagaimana menyimpan ASI yang sudah diperah?
ASI bisa disimpan di udara terbuka/suhu bebas tetapi memiliki ketahanan 6-8 jam. Jika disimpan di dalam lemari es (4 derajat celcius) memiliki ketahanan 24 jam, namun jika disimpan di lemari pendingin (freezeer) dengan suhu minus 18 derajat memiliki ketahanan hingga 6 bulan.
Sangat perlu diperhatikan bagaimana pemberian ASI perahan yang telah disimpan. ASi yang dikeluarkan dari lemari pendingin tidak boleh dipanaskan ataupun disiram dengan air mendidih. cukup dibiarkan saja mencair dengan sendirinya di ruang terbuka dengan suhu kamar. Pada saat ingin memberikan, jangan diberikan dengan botol dot karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. berikan dengan menggunakan cangkir atau sendok.
Jadi, walaupun bekerja di luar rumah, bunda tetap bisa memberikan makanan terbaik bagi bayi yaitu ASI..
back to nature, back to ASI..Menuju Generasi yang lebih Sehat dan Cerdas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar