Selasa, 11 November 2014

----Belajar dari Para Bayi---





Pernahkah anda mendengar,
Keluh kesah disekitar kita
Akan kegagalan yg mendera
Akan ketidakberuntungan yg menyapa
Akan mimpi yg belum jadi nyata

Atau keluh kesah itu malah keluar dari mulut kita.
Bahkan membuat diri tak lagi mau berusaha
Bahkan menCap diri manusia tak berguna
Bahkan menyalahkan orang lain atas kegagalan yg dipunya


Belajar dari Bayi
Yang katanya Makhluk lemah tak berdaya
Yang katanya Belum bisa bicara.
Yang kerjanya hanya bisa menangis saja.

Sungguh mereka tak selemah itu..

Bagaimana mereka berusaha untuk belajar menegakkan kepala pertama kalinya 

walau jatuh sebagai konsekuensinya.
Bagaimana mereka berusaha untuk belajar membalikkan badan untuk pertama kalinya 

walau jatuh sebagai konsekuensinya.
Bagaimana mereka berusaha untuk belajar duduk untuk pertama kalinya 

walau jatuh sebagai konsekuensinya.
Bagaimana mereka berusaha untuk belajar berdiri untuk pertama kalinya 

walau jatuh sebagai konsekuensinya.
Bagaimana mereka berusaha untuk belajar berjalan untuk pertama kalinya 

walau jatuh sebagai konsekuensinya..

Hitunglah berapa banyak konsekuensi JATUH yg mesti dihadapi si Bayi..

Walau memang harus Jatuh,
Apakah membuat semangatnya surut?
Apakah membuat berhenti berusaha?
Apakah membuat dirinya diam tanpa daya?

Jawabannya adalah TIDAK.

Dan..
Anda dulu adalah bayi-bayi itu.
Jiwa-jiwa pejuang..


Jangan sampai jiwa pejuang itu hilang dari diri anda..
Jangan sampai "Jiwa bayi" anda memudar seiring dengan bertambahnya usia.

Teruslah menjadi pejuang-pejuang impian.
Baik di Dunia Terutama utk kehidupan Akhirat kelak.


*Selamat Hari Pahlawan*

Salam pejuang..
-Pejuang Impian & Pahlawan Keluarga Wanna be-

Suci Rahmani Nurita
Mrs. Fajrin Nurpasca dan Faid n Fahmi Mother.