Minggu, 04 Januari 2015

Early Life Nutrition





Pada saat mengikuti seminar “Early Life Nutrition: “the Importance of Early Life Nutrition to Support Long Term Health”di Auditorium Gubenuran SUMBAR beberapa waktu lalu, mencerahkan pandangan saya terhadap pentingnya nutrien (zat gizi) demi menjamin status kesehatan untuk jangka pendek maupun jangka panjang baik pada pria ataupun wanita.
Pada seminar ini yang menjadi fokus utama adalah wanita, karena wanita akan melahirkan calon-calon generasi suatu bangsa, maka status gizinya tidak hanya mempengaruhi dirinya tapi juga terhadap anak yang akan dilahirkannya suatu saat nanti.
“You Are What You Mother Eat”, kata kunci yang disampaikan oleh salah satu pembicara di seminar tersebut adalah benar adanya dan mencerminkan bahwa kualitas kesehatan SDM generasi suatu bangsa tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh ibu. Baik sebelum masa kehamilan, selama masa kehamilan, sesudah persalinan (menyusui). Namun dewasa ini, kebanyakan orang  awam baru “melek gizi” ketika dirinya/pasangannya dinyatakan positif hamil. Padahal seharusnya “melek gizi” seyogyanya harus dilakukan sepanjang siklus kehidupan manusia.
Pada saat ini di Indonesia kita memiliki masalah gizi ganda, yaitu semakin banyak penduduk yang mengalami overweight dan obesitas, namun pada sisi lain juga masih banyak yang dalam kondisi kurang gizi (dr. Elvina Karyadi,M.Sc, Ph.D, Sp.GK, Director micronutrient Initiative Indonesia). Diketahui pula bahwa gangguan gizi pada ibu selama kehamilan maupun pada masa kanak-kanak juga berdampak pada munculnya penyakit kronik di saat anak dewasa (Dr.dr.Saptawati Bardosono, M.Sc, Medical Research Unit FK UI).
Itulah yang menjadi konsep dasar “early life nutrition”, yaitu kondisi gizi ibu akan sangat mempengaruhi anaknya di kemudian hari. Untuk terjadinya penyakit kronik, ada beberapa hal yang menjadi faktor resiko, dan beberapa diantaranya telah terprogram sejak janin. Salah satu faktor yang memberikan peran besar adalah gizi ibu pada saat sebelum dan selama kehamilan.
Maka, penting bagi kaum perempuan khususnya dan kaum laki-laki pada umumnya untuk memperhatikan asupan gizi serta status gizi pada diri masing-masing. Tubuh dengan status gizi yang baik dan sehat pada pria dan wanita, sangat diperlukan demi terciptanya generasi-generasi yang Sehat Jasmani dan Berprestasi.

(Padang, Oktober 2014)
@@@

Tidak ada komentar: