Pada saat mengikuti seminar
“Early Life Nutrition: “the Importance of Early Life Nutrition to Support Long
Term Health”di Auditorium Gubenuran SUMBAR beberapa waktu lalu, mencerahkan
pandangan saya terhadap pentingnya nutrien (zat gizi) demi menjamin status
kesehatan untuk jangka pendek maupun jangka panjang baik pada pria ataupun
wanita.
Pada seminar ini yang menjadi
fokus utama adalah wanita, karena wanita akan melahirkan calon-calon generasi
suatu bangsa, maka status gizinya tidak hanya mempengaruhi dirinya tapi juga
terhadap anak yang akan dilahirkannya suatu saat nanti.
“You Are What You Mother
Eat”, kata kunci yang disampaikan oleh salah satu pembicara di seminar tersebut
adalah benar adanya dan mencerminkan bahwa kualitas kesehatan SDM generasi
suatu bangsa tergantung dari apa yang dikonsumsi oleh ibu. Baik sebelum masa
kehamilan, selama masa kehamilan, sesudah persalinan (menyusui). Namun dewasa
ini, kebanyakan orang awam baru “melek
gizi” ketika dirinya/pasangannya dinyatakan positif hamil. Padahal seharusnya
“melek gizi” seyogyanya harus dilakukan sepanjang siklus kehidupan manusia.
Pada saat ini di Indonesia
kita memiliki masalah gizi ganda, yaitu semakin banyak penduduk yang mengalami overweight dan obesitas, namun pada sisi
lain juga masih banyak yang dalam kondisi kurang gizi (dr. Elvina Karyadi,M.Sc,
Ph.D, Sp.GK, Director micronutrient Initiative Indonesia). Diketahui pula bahwa
gangguan gizi pada ibu selama kehamilan maupun pada masa kanak-kanak juga
berdampak pada munculnya penyakit kronik di saat anak dewasa (Dr.dr.Saptawati
Bardosono, M.Sc, Medical Research Unit FK UI).
Itulah yang menjadi konsep
dasar “early life nutrition”, yaitu kondisi gizi ibu akan sangat mempengaruhi
anaknya di kemudian hari. Untuk terjadinya penyakit kronik, ada beberapa hal
yang menjadi faktor resiko, dan beberapa diantaranya telah terprogram sejak
janin. Salah satu faktor yang memberikan peran besar adalah gizi ibu pada
saat sebelum dan selama kehamilan.
Maka, penting bagi kaum
perempuan khususnya dan kaum laki-laki pada umumnya untuk memperhatikan asupan gizi
serta status gizi pada diri masing-masing. Tubuh dengan status gizi yang baik dan
sehat pada pria dan wanita, sangat diperlukan demi terciptanya
generasi-generasi yang Sehat Jasmani dan Berprestasi.
(Padang,
Oktober 2014)
@@@

Tidak ada komentar:
Posting Komentar